I think that woman is beautiful and strong creature in human form, even stronger than a man. I said that because not only their own roles, but woman also can do man’s roles!! Beside cooking or cleaning up the house, they work (for instance, in the office as secretary, supervisor, manager, etc), to earn money to help their husband, to raise the children, or buy their own needs. Most woman can do multi-tasking well, even though there’s a man can do the same thing. Amazing right?? A woman will be a house wife. Once they become a house wife, a woman will do/play many roles in her family (take a look at quotes below).
Hello,
ladies, kini adalah era wanita, di mana para wanita dapat menggunakan
hak-haknya dalam kehidupan sehari-hari. Saya memperoleh insight dari mata kuliah psikologi perempuan yang saya pelajari
hari Rabu lalu di mana wanita harus memperoleh hak (misalnya hak untuk
dilindungi, hak untuk bebas, hak kesetaraan gender). Jadi, gunakanlah hak-hak dengan
bijaksana dan bertanggung jawab atas kewajiban kita sebagai wanita, ladies. Menurut saya, peranan wanita dalam
kehidupan sangatlah penting. Sebelum membaca lebih lanjut, dapatkah Anda
bayangkan bila di dunia hanya ada laki-laki saja? Well, pertanyaannya bila hanya ada laki-laki, dari mana bayi lahir?
See? Wanita memiliki pengalaman yang
berbeda dari laki-laki, misalnya saja PMS (Premenstrual Syndrome), menstruasi,
mengandung, melahirkan, menyusui dan merawat bayi, mengurus rumah tangga, dan
sebagainya. Selain pengalaman-pengalaman tersebut, wanita dituntut untuk dapat
bekerja di luar rumah (bila kondisi ekonomi keluarga tidak mencukupi).
Bagaimana saya tidak dapat mengatakan wanita itu sebenarnya tangguh?
Berikut ini saya menghadirkan contoh nyata
ketangguhan seorang wanita. Wanita yang dimaksud adalah mama saya, beliau
merupakan wanita yang tangguh dengan hati yang lembut. Beliau berdagang
keliling sejak saya belum lahir hingga sekarang (walau tidak seaktif dulu), kondisi
ekonomi dan tekanan dari keluarga papa membuat beliau harus berjuang demi
anak-anaknya. Pada saat itu, saya tidak mengerti apa yang membuat beliau begitu
giat untuk bekerja. Bahkan dulu saya sempat menggerutu ketika membantu beliau
berjualan, hingga suatu hari saya sadar bahwa beliau butuh bantuan saya. Saya
menolak untuk makan dan minum ketika sedang bekerja dengannya walaupun cuaca di
luar panas terik. Saya tahu mama tidak tega melihat saya lapar dan haus, tetapi
saya cuek dengan hal tersebut. Haha malah saya
menjadi anak pelit yang tidak mengizinkan mama untuk jajan sembarangan
di luar. MY MOM IS MY SUPER HERO. Hidup yang saya miliki sekarang tidak akan bermakna
tanpa beliau, terima kasih, ma. :’)
Setelah membaca cuplikan cerita tentang
mama saya, apa yang ada di benak Anda? Hmm, kisah nyata mama saya merupakan
sebagian kecil dari pengalaman wanita di dunia yang tidak terekspos oleh media.
J Wanita pada zaman
modern ini telah memperoleh hak-hak tersebut karena perjuangan para feminist (pejuang atau pendukung hak
kesetaraan wanita) bersusah payah untuk memperjuangkan hak-hak tersebut untuk
diperoleh kaum hawa. Feminist lokal,
seperti R. A. Kartini, melalui bukunya ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’
memperjuangkan hak wanita dalam kesetaraan gender (khususnya pendidikan). Renungkanlah
dan mensyukuri atas apa yang telah diperjuangkan para feminist kepada kita, ladies.
Tanpa perjuangan mereka saya yakin kita masih terjebak dalam gender role tradisional yang notabene
mengemukakan bahwa wanita tidak boleh berpendidikan tinggi dan kelak setelah
menikah harus tinggal di rumah untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak.
So,
have you gratitude and use your rights
wisely, ladies? ;)
