Individu
dibekali bakat dari lahir dan mengasah bakat tersebut seiring bertumbuh
kembang untuk memenuhi tugas-tugas perkembangannya, khususnya perempuan.
Perempuan bertumbuh kembang dengan berbagai peran dalam kehidupannya dan
peran-peran tersebut semakin terlihat dalam perkuliahan, karier, hingga
menikah. Seiring dengan perkembangan tersebut akan banyak tantangan dan
gangguan yang diterima oleh individu (khususnya perempuan) di tempat kerja.
Perempuan bekerja sebagai karyawan, SPG (Sales Promototion Girl), buruh pabrik, waitress, dan sebagainya untuk memenuhi
kebutuhan ekonomi personal maupun keluarganya. Akan tetapi, ada kalanya
terdapat perlakuan yang tidak diinginkan dari perusahaan atau pabrik terhadap
perempuan, sebut saja pelecehan seksual. Pelecehan seksual dilakukan oleh
seseorang yang berkuasa di tempat kerja terhadap seseorang yang memiliki daya
yang lebih kecil (lemah). Apa saja sih
bentuk pelecehan seksual?? Pelecehan seksual dapat dilakukan secara verbal; seperti
meremehkan kemampuan seseorang karena berjenis kelamin perempuan atau rayuan
seksual (contoh paling umum: piwit.. cewe godain kita dong..), dan juga
perilaku dalam sentuhan di private area,
seperti bokong, dada, dan leher. Korban pelecehan cenderung mengalami reaksi
kesepian, cemas, takut, malu, depresi, percaya diri menurun, dan masalah fisik.
Kasihan, kan? L
Apa kalian masih berani melakukan pelecehan terhadap orang lain?
Eits, jangan takut atau berpikir hal
negatif tentang bekerja dulu yak, soalnya kita bisa kog mengantisipasi pelecehan seksual ini. Kenapa kita? Soalnya
selain korban sendiri, kaum adam dapat mengantisipasinya juga loh. Gimana
caranya? Mudah saja, jauhi tindakan yang dikiranya sebagai pelecehan seksual
oleh perempuan. Kemudian, Anda sebagai laki-laki harus bertindak apabila
melihat perempuan dilecehkan secara seksual oleh teman laki-laki Anda. Jangan
diam saja karena diamnya Anda diartikan sebagai persetujuan oleh teman-teman
Anda, bro!! Kalau dari korban sendiri, kamu harus berani dan tegas (tapi tetap
sopan) dalam menanggapi pelecehan tersebut, ada baiknya tidak patuh akan rayuan
atau gertakan peleceh. Kemudian, korban harus akrab dengan kebijakan tempat
kerja tentang pelecehan seksual, dan tahu pejabat mana bertanggung jawab atas
keluhan. Kalau masalah tetap berlanjut, gimana?
Nah di sini fungsinya curhat, tapi
curhat kepada orang yang benar-benar Anda percaya ya. Anda bisa menceritakan
peleceh kepada sahabat kamu karena dukungan itu diperlukan loh.
Well,
tidak menutup kemungkinan kalau peleceh itu perempuan dan yang menjadi
korbannya adalah laki-laki. Bagaimana bisa? Kembali ke paragraf kedua,
pelecehan terjadi karena power atau
daya yang dimiliki seseorang dalam suatu organisasi. Jadi, perempuan memiliki
kemungkinan yang sama untuk menjadi peleceh apabila perempuan tersebut memiliki
power untuk mengintimidasi orang lain
(perempuan/laki-laki).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar