Minggu, 30 November 2014

HEADLINE: WOMEN’S TRAFFICKING AND ELDER ABUSE

Postgirl: #knock #knock
You: Who’s there??
Postgirl: Hi! It’s me again! J Here’s your blog, Ma’am.
You: Oh my! Are you gonna give me another topic about women?? Yes, thank you, I do want to read it. ^-^

HEADLINE: WOMEN’S TRAFFICKING AND ELDER ABUSE
Kasus perdagangan manusia telah menyebar luas di masyarakat, terutama di daerah pelosok di mana kondisi ekonomi masyarakatnya yang masih rendah. Kasus perdagangan manusia memiliki berbagai motif, seperti bekerja di kota besar, bekerja di luar negeri, bekerja di ‘perusahaan’ tertentu, kawin kontrak, dijual, dan dipaksa menikah. Kasus perdagangan seperti ini dinamakan trafficking, yaitu kondisi di mana seseorang melakukan perekrutan, pengiriman atau penerimaan orang, dengan cara mengancam atau menggunakan kekerasan, pemaksaan, penculikan, dan penipuan dengan keuntungan pemberian biaya. Sungguh keji bukan? Korban trafficking dapat meliputi perempuan, anak-anak, bahkan bayi. Dampak psikologis yang diterima korban seperti depresi dan isolasi diri, sedangkan dampak fisik yang diterima berupa luka dan memar. Pelaku trafficking TIDAK MEMPEDULIKAN dampak-dampak tersebut.

     Motif umum yang digunakan dalam trafficking biasanya melalui agen penipu yang menawarkan pekerjaan kepada anak (perempuan) bekerja di kota besar atau menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Orangtua atau individu (calon korban) dapat tergiur dengan bualan si agen tersebut tanpa memikirkan dampak di masa mendatang. Yah, korban akan bekerja di kota besar atau di luar negeri, tetapi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) atau memang dipekerjakan sebagai TKW, tetapi upah yang diterima tidak sesuai yang dijanjikan agen.

     Kasus  trafficking juga tidak luput dari masalah internal keluarga dan pelakunya juga merupakan anggota keluarganya sendiri. Masalah umum yang dijadikan pemicu trafficking adalah tingkat ekonomi yang rendah. Apakah Anda pernah menonton film Oshin? Nah, itu merupakan salah satu contoh trafficking yang dilakukan oleh orangtuanya karena kondisi keuangan mereka yang amat rendah. Ayah Oshin menjual Oshin untuk bekerja sebagai pemikul barang hingga pembantu rumah tangga. Selama bekerja, Oshin dimarahi oleh majikan karena (dituduh) mencuri uangnya (padahal uangnya terjatuh di antara pot bunganya). Jujur, ketika menonton film ini, penulis ingin menangis karena tindakan ayah Oshin dan perlakuan yang diterima Oshin tidak sepantasnya diterima oleh anak-anak seusianya.

    Lalu, bagaimana cara mencegah trafficking ini? Berdasarkan apa yang dipelajari penulis, pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi, penyuluhan, baik dalam keluarga maupun masyarakat tentang trafficking ini. Bagaimana bila trafficking ini sudah menjadi hal yang biasa di suatu pelosok? Nah ini bagian pekerjaan dari pemerintah untuk meningkatkan perkembangan ekonomi daerah tersebut. Selain meningkatkan perkembangan ekonomi, penulis berpendapat bahwa pola pikir masyarakat juga perlu diubah melalui edukasi atau penyuluhan tadi. Bila diperlukan, buka suatu badan atau lembaga yang melayani untuk konsultasi mengenai trafficking di daerah tersebut.

     Topik selanjutnya kekerasan di panti werdha yang tadi disebutkan di headline sebagai elder abuse. Apa sih yang Anda bayangkan tentang panti werdha? Tempat yang penuh kakek-kakek dan nenek-nenek? Iya memang itu fungsi dari panti werdha, tapi apakah ada hal lain yang Anda lihat dalam panti werdha tersebut? Panti werdha didirikan untuk menampung para lansia. Ada berbagai hal lansia ‘berakhir’ di panti ini, misalnya saja karena keluarganya tidak mengurusnya dengan baik, sebatang kara, atau ingin memiliki aktivitas dan memiliki teman baru.

     Akan tetapi, tahukah Anda meletakkan lansia diperlukan pertimbangan yang ketat? Misalnya saja alasan utama Anda meletakkan lansia di panti? Kemudian bila Anda telah meletakkan lansia tersebut di panti, apa yang akan Anda lakukan? Mengunjunginya seminggu sekali? Ya, Anda bisa saja berkata demikian SAAT INI, tapi bagaimana dengan nanti? Belum tentu Anda akan melakukan sesuai apa yang Anda ucapkan yang sekarang. Lansia perlu dikunjungi dalam waktu berkala supaya lansia tidak merasa ditinggalkan. “Ah penulis hanya bisa menulis doang nih,” mungkin itu apa yang Anda pikirkan. Baiklah supaya Anda lebih memahami, coba bayangkan Anda menua dan menjadi lansia, perlakuan apa yang hendak Anda terima nanti oleh keluarga Anda? Itu jawabannya.

Elder abuse ini dapat berupa psikologis, misalnya intimidasi dan isolasi sosial. Intimidasi dapat dilakukan oleh petugas panti dengan mengambil ‘titipan’ dari keluarga kepada lansia atau menipu lansia (misalnya lansia mengalami dementia) bahwa keluarganya tidak mengunjunginya kemarin karena tidak ingin bersamanya. Sedangkan intimidasi sosial di mana lansia dijauhi oleh penghuni (lansia) lain karena faktor ekonomi (kaya atau miskin) atau memiliki properti yang lebih terawat daripada yang lain.


Baiklah penulis berharap dari kedua topik di atas dapat membantu para pembaca dalam memahami kasus yang dialami oleh perempuan dan lansia. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu karena telah memberikan tugas menulis blog sehingga penulis dapat menampilkan tulisan dan memperoleh feedback bagaimana menulis yang baik. ^u^

Selasa, 18 November 2014

Beautiful Girl

Helloooo! Ini blog penulis yang ke-10. Coba tebak dari judulnya apa yang akan dibahas hari ini? About women, of course it is!! Hahaha.. Judul kali ini terinspirasi lagu dari Jose Mari Chan, Beautiful Girl, yang dipopulerkan kembali oleh Christian Bautista. Blog kali ini akan membahas tentang sensualitas perempuan, tapi akan penulis serempet #eh tentang body image yang sempet disinggung di blog sebelumnya.

     Body image tergantung pada persepsi atau cara pandang individu terhadap tubuhnya, apakah sudah ideal atau belum. Persepsi yang salah dapat individu melakukan hal yang ‘berbahaya’ untuk mengejar bentuk tubuh ideal, misalnya melaparkan diri, olahraga berlebihan, dan sebagainya. Gangguan makan yang dapat ditimbulkan oleh persepsi akan body image yang salah, anorexia nervosa. Coba bayangkan apabila tubuh Anda kurus sekali, kata dosen saya tinggal tulang dan kulit, apakah ada lawan jenis yang tertarik dengan bentuk tubuh seperti itu? Tubuh yang ideal NGGAK HARUS kurus, tapi harus disesuaikan dengan berat badan normal untuk individu seusia Anda. Bentuk tubuh yang biasa saja (tidak kurus, tidak gemuk, tapi ga punya otot) yah tinggal dibentuk, sekarang kan banyak tempat kebugaran yang tersebar di beberapa mall di kota besar. Bentuk tubuh yang ideal dapat menciptakan sensualitas seorang perempuan, well, selain bentuk tubuh, isi otak juga harus OK alias well manner. Kog gitu?? Nah sensualitas akan dibahas di paragraf di bawah ini.

Sensualitas perempuan itu tercermin karena adanya ‘tangkapan’ dari panca indera kita (yang melihat). Ada yang berpendapat kalau perempuan yang sensual itu pintar bicara (talkactive), berargumen logis, bersuara merdu, dan lainnya, dalam hal ini sensualitas ditangkap oleh indera pendengaran. Sementara kalau yang berpendapat perempuan sensual itu memiliki aroma tubuh yang harum, sensualitas ditangkap oleh indera penciuman. Apakah Anda memahaminya? Kalau belum, hmmm, coba contoh ekstrim berikut, di hadapan Anda ada perempuan memiliki buah dada yang besar, tubuh berlekung layaknya jam pasir, putih, berambut panjang, mengenakan hot pants, kaki yang jenjang? Huehehee.. Sensualitas yang terpancar tadi diterima oleh indera penglihatan. Now, you got it, guys?


Terus kalau seandainya perempuan disiulin laki-laki gara-gara pakaiannya agak terbuka gimana? Nah, sebenarnya laki-laki pasti penasaran dengan bentuk bagian tubuh yang tersembunyi di balik pakaian tersebut. Yah, totalitas aja, klo mini ya mini semua, tapi inget kenakan pakaian yang sesuai dengan tempatnya. Kalau pesta pernikahan mengenakan pakaian yang sedikit terbuka kan wajar, apalagi kalau ke pantai Kuta, Bali, yang didominasi orang Barat yang notabene mengenakan bikini. Wahahaa. :p

Selasa, 11 November 2014

I’m Beautiful (Just The Way I am)


Judul blog kali ini terinspirasi lagunya Christina Aguilera, Beautiful, horeee.. :D Kira-kira blog kali ini mau berbagi tentang apa ya?? Ada yang tahu?? Hehe. Langsung penulis kasih tahu aja deh hint-nya, ini merupakan gangguan yang sering dialami perempuan dan sekarang ini sedang ‘mewabah’ pada laki-laki. Hayo??? Apa ya? Yap, that’s eating disorder, tapi penulis hanya akan membahas eating disorder yang terjadi pada perempuan. Apa sih eating disorder itu? Eating disorder (gangguan makan) merupakan perilaku atau kebiasaan makan yang tidak normal. Salah satu jenis eating disorder yang sering dialami perempuan adalah anorexia nervosa.

     Anorexia nervosa merupakan gangguan makan yang mudah dideteksi dari bentuk fisik penderita (disebut anorexic) yang kurus dan berat badan yang kurang dari berat badan normal. Anorexia nervosa disebabkan oleh mindset (pola pikir) tentang body image yang ideal. Nah, pola pikir tadi dipengaruhi oleh media iklan (yang mengatakan perempuan cantik itu memiliki kaki jenjang, lekuk tubuh seperi jam pasir, dan bla bla bla), tuntutan pekerjaan (biasanya terjadi pada model), keluarga, diejek (karena memiliki tubuh gemuk), dan sebagainya. Anorexic cenderung berpikir bahwa tubuhnya ‘masih gemuk’ (walaupun tubuhnya tinggal tulang) sehingga melaparkan dirinya. Dalam kasus anorexia, anorexic cenderung untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat sedikit (misalnya sebuah cookies, secuil roti) dan kasus (biasanya) ditutup dengan kematian.

     Tuh, gara-gara mau ‘cantik’ ala model jadi menyiksa diri dan menyebabkan kematian. Cantik itu relatif loh J Seperti yang penulis ulas di blog sebelumnya, ‘You’re Beautiful’, setiap orang memiliki standar kecantikan tersendiri, baik perempuan maupun laki-laki. Hal tersebut dipengaruhi oleh persepsi dan pola pikir individu loh. Cantik sebenarnya itu menjadi diri sendiri karena rasa nyaman akan pribadi sendiri lebih mencerminkan inner beauty dan talenta yang dimiliki. ^_^

When you grow up, you’ll just be your self..
-Lucy Pevensie, Narnia: The Voyage of Dawn Treader.


Senin, 03 November 2014

Woman and Life


Yey.. Kembali menulis blog lagi nih! Wohoo! ^u^ Pertemuan minggu lalu seharusnya menonton film mengenai early breast cancer, tetapi film tersebut diganti (yahhh..) karena filmnya itu berisi pembedahan dan yang jelas (pasti) ada darah (penulis nggak kuat juga kalau harus menonton film tersebut T_T). Sebagai gantinya, dosen memutarkan film lain yang masih seputar perempuan (mengandung, menyusui, menopause, dan penyakit jantung).

     Perempuan yang telah menikah (pada umumnya) berkeinginan atau dituntut untuk mengandung dengan berbagai alasan. Akan tetapi, tahukah Anda mengandung itu akan menjadi sangat sulit apabila seorang perempuan (kurang) subur? Penulis menyarankan untuk melakukan premarital check up bagi pasangan yang akan menikah. Untuk apa?? Yuk mari dilihat kembali kasus-kasus yang berkaitan tentang kehamilan. Selama ini, perempuan tidak dapat mengandung itu dianggap tidak subur, tetapi hal tersebut belum tentu karena laki-laki bisa saja tidak subur. Nah, selain mengetahui subur atau tidaknya pasangan, kita dapat ‘mengobati’ kesuburan sehingga berhubungan seksual (tentu saja setelah menikah) pasangan tidak perlu menghabiskan waktu dan biaya lebih untuk berobat. Pengobatan yang dilakukan dapat menggunakan obat-obatan dari dokter, tanaman herbal (Cina atau Indian), atau ramuan obat Cina. Lalu, apabila sudah mengandung, perempuan perlu waspada karena lima bulan pertama kandungan rentan terhadap keguguran. Dampak psikologis yang sering dialami perempuan yang mengalami keguguran adalah depresi karena mereka (para calon ibu) merasa kehilangan dan gagal untuk menjaga kandungannya. Dalam proses recovery untuk kembali mengandung diperlukan  penerimaan dan dukungan dari petugas kesehatan serta keluarga sehingga calon ibu kembali termotivasi.

Please be careful with your belly, Moms.. J

     Setelah mengandung, melahirkan, dan kini waktunya untuk menyusui bayi yang baru lahir. Air Susu Ibu (ASI) merupakan susu alami yang dihasilkan oleh payudara perempuan. Selain memberikan nutrisi yang penting bagi bayi, menyusui dapat meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kelebihan dari menyusui ASI dibandingkan susu formula, tentu ASI lebih murah dan juga tingkat inteligensi bayi yang disusui ASI lebih tinggi dibanding susu formula. Akan tetapi, bagaimana produksi ASI tidak mencukupi untuk dikonsumsi bayi? Sama seperti paragraf sebelumnya, ibu yang tidak dapat menghasilkan ASI yang cukup perlu mengonsumi suplemen dari bahan alami untuk menghasilkan ASI.

Thank you my mommy for treating me well and give me good nutrition so I can live healthy today :*

    Selanjutnya, menopause atau berhentinya siklus menstruasi pada perempuan (kalau pada laki-laki disebut andropause). Siklus ini biasanya terjadi pada perempuan ketika berusia 40 atau 50 tahun. Dampak yang terjadi secara fisik, kulit perempuan terlihat kendur, keriput, dan juga kering. Dampak psikologis tidak terlalu terlihat pada perempuan yang telah melahirkan (cukup) anak, apalagi siklus ini terjadi pada usia yang tergolong cukup tua. Dampak psikologis, seperti stres dan kesepian, dapat muncul pada perempuan yang belum mempunyai anak atau belum menikah (belum menikah yang dimaksud adalah bukan memilih untuk tidak menikah ya). Mengapa? Karena mereka (perempuan yang tidak menikah) tidak memiliki kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu dan istri. Penulis pernah bertemu dan berbicara dengan perempuan yang tidak menikah, kira-kira berusia 50 tahun. Perubahan fisik yang terlihat adalah timbulnya bintik hitam di wajah, kulit kendur dan kering, dan tubuhnya kurus. Kemudian perempuan tersebut merasakan emotional loneliness (kesepian yang muncul secara emosional karena tidak adanya ikatan emosional dengan orang lain) karena beliau hidup di rumah adiknya yang telah memiliki keluarga sendiri dan juga aktivitas di akhir pekan yang dilakukan hanya mengunjungi rumah tetangga atau pecinan di Jakarta Barat. Beliau berkata kepada penulis, “Kamu kalau sudah dapat pasangan ya menikah, jangan lama-lama.” Berdasarkan perkataan beliau, penulis menyiratkan bahwa beliau tidak menikah dan menyesal karena tidak menikah, sebenarnya ini tidak lazim untuk dilakukan (menyiratkan tanpa adanya pernyataan sebenarnya dari narasumber -.-), tapi… L itu yang penulis rasakan. #curhatt

     Baiklah menuju pembunuh nomor satu, ya, penyakit jantung. Penyakit jantung ini menyerang laki-laki dan perempuan. Salah satu penyebab penyakit jantung ini adalah tingkat kolesterol yang tinggi. Tingkat kolesterol normal berkisar antara 100-200, tingkat kolesterol sedang 200-300, dan tingkat kolesterol tinggi > 300. Penurunan tingkat kolesterol hanya salah satu cara mencegah penyakit jantung sehingga individu (baik laki-laki maupun perempuan) perlu memperhatikan pola makan (buah dan sayur) dan berolahraga rutin, serta mengonsumsi suplemen makanan sesuai dengan saran dokter. Ada pepatah yang mengatakan:

"Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat."

Sekian dulu blog kali ini, terima kasih atas kunjungannya, readers. See you in the next posting! ^_^v

Sabtu, 25 Oktober 2014

Health Issue: Cervical Cancer and Lupus

     Setelah satu bulan lamanya nggak blogging (last updated on September 25, 2014) rasanya itu sesuatuu bangettt!! >.< Curhat sebentar boleh dong? Hehehe. Pertemuan pertama setelah UTS, dosen pengampu mata kuliah memberikan apresiasi kepada penulis karena berusaha menulis blog untuk setiap perkuliahan. Penulis tidak menduga hal tersebut karena penulis berpikir bahwa mahasiswa/i lain pasti melakukan hal yang sama, ternyata sebaliknya. Terima kasih, Bu Henny dan Ci Vira.. ^u^

     OK, lets rock!! Nah.. Pada dasarnya manusia (normal) ingin selalu sehat, tetapi ada saja penyakit yang luput dari panca indera manusia. Perkuliahan pada tanggal 22 Oktober 2014 lalu membicarakan tentang kanker serviks dan lupus, penyakit yang kebanyakan dialami oleh kaum hawa.  Kedua penyakit ini memiliki gejala awal yang tidak terlihat dan juga tidak terdeteksi karena memiliki kemiripan dengan penyakit lain. Serem yah? Tenang dulu karena penulis akan membahas lebih lanjut di paragraf selanjutnya.

     Kanker serviks atau kanker leher rahim disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus). Gejala awal tidak disadari oleh penderita dan terdeteksi apabila sudah memasuki stadium 4. Kanker serviks dapat disebabkan faktor usia, genetik, aktivitas seksual, jumlah anak yang banyak, keputihan (abnormal: berwarna keruh dan bau),  dan pembalut/tampon yang tidak sehat (terbuat dari serbuk kayu). Namun, kanker serviks dapat dicegah melalui deteksi dini dengan melakukan papsmear, IVA (Inspeksi Visual Asetat), dan thinprep pap test.* Lalu apakah deteksi dini perlu dilakukan pada perempuan yang belum pernah berhubungan seksual? Tidak perlu karena deteksi dini hanya perlu dilakukan oleh perempuan yang aktif berhubungan seksual. Sementara yang belum pernah berhubungan seksual dapat melakukan vaksinasi HPV untuk pencegahan.

     Selanjutnya, Lupus merupakan penyakit kelainan sistem kekebalan tubuh yang berbahaya dan sulit dideteksi ataupun didiagnosa. Lupus memiliki tingkat keparahan yang sama dengan kanker. Penyebab penyakit penyakit seribu wajah ini (karena gejalanya yang menyerupai penyakit lain, umumnya tipus) belum dapat dipastikan.  "Lupus bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, kuman, atau bakteri. Keterlibatan faktor genetik, hormon, dan lingkungan diduga sebagai penyebab Lupus," kata Dr. Zubairi Djoerban.** Penyakit lupus belum dapat disembuhkan, lalu apa yang dapat dilakukan pasien Lupus? Berdamailah dengan Lupus dengan cara tetap aktif (walaupun ada aktivitas yang berubah), membentuk dukungan, terlibat dalam penyembuhan (yang dimaksud penyembuhan adalah tidak muncul tanda-tanda lupus tersebut), dan hindari paparan matahari yang berlebihan. Nah karena lupus merupakan penyakit yang menyebabkan anti-immune, ada tips untuk mencegahnya, sebagai berikut:
1. Jangan mengonsumsi/suplemen terlalu banyak (baik jenis maupun jumlah).
2. Pola hidup sehat (makanan bernutrisi, olahraga, suplemen/vitamin secukupnya).

     Kesimpulan yang penulis peroleh dari perkuliahan kali ini adalah penyakit (parah/ringan) dapat muncul kapan saja tanpa kita ketahui, yang dapat kita lakukan adalah mencegah dengan pola hidup sehat. Semua manusia akan mengalami kematian, tapi tidak ingin meninggal karena penyakit. Orang yang sakit membutuhkan penerimaan dan dukungan dari lingkungan, terutama keluarganya. Berdamai dengan penyakit dapat dilakukan dengan melakukan meditasi (yoga maupun tai chi). Dampak psikologis yang sering muncul pada pasien adalah cemas, marah, putus asa, stres, depresi, dan pesimis sehingga menyebabkan imune semakin menurun. Kemudian aktivitas dan bentuk wajah/fisik berubah. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan (lingkungan maupun organ vital), pola hidup sehat (HINDARI junkfood, soda, rokok, kolesterol berlebihan, dan PERHATIKAN konsumsi gula), dan vaksinasi. 

Live longer by healthy lifestyle ~

Notes: Hmmm.. perlu diketahui bagi kaum hawa (bagi yang belum tahu), saat membersihkan alat kelamin, bersihkan bagian luarnya (vulva) saja, HINDARI memasukan cairan (selain sperma) ke dalam vagina karena dapat mempengaruhi kadar Ph dalam tubuh.
P.S.:
**Lupus: http://www.antaranews.com/berita/376454/lupus-penyakit-seribu-wajah-yang-harus-diwaspadai



Kamis, 25 September 2014

You're Beautiful Just The Way You Are

     Judul artikel ini mungkin mengingatkan kita semua tentang lagu yang didendangkan oleh James Blunt  dan juga Bruno Mars. Sengaja penulis memilih judul ini karena topik hari ini mengenai beauty, jadi judulnya harus sedikit roman.. :3

     Menurut Anda, apa itu kecantikan? apakah memiliki badan langsing dengan lekuk yang indah layaknya jam pasir? Berambut panjang dan lurus? Make up? Memiliki payudara atau bokong yang besar? Memiliki kaki yang jenjang? Memiliki dagu yang kokoh? Well, nggak ada yang salah kog dengan jawaban-jawaban tersebut karena pada dasarnya tiap orang memiliki definisi cantik yang berbeda dengan orang lain. ^u^

     Apa sih hal yang membuat tiap orang memiliki definisi cantik yang berbeda? Menurut penulis, definisi cantik itu muncul dari persepsi individu, dan persepsi terbentuk dari budaya, agama, serta lingkungan di mana individu tersebut hidup. Contoh saya ambil dari  film dokumenter berjudul Science of Beauty: Sex Signs. Film ini menceritakan individu dari negara yang berbeda mendefinisikan kecantikan dengan berbeda pula. Contohnya perempuan Jepang suka didandani seperti Geisha karena menurut mereka Geisha itu kecantikan yang sempurna. Laki-laki Jepang berkata bahwa kecantikan itu tentang menutupi, Geisha mengenakan make up dan kimono (menutup lekuk tubuh, payudara, bokong). Beda dengan orang India yang lebih suka ‘terbuka’ dalam berbusana, pastinya Anda pernah menonton film India, bukan? Bagaimana fashion dalam film-film tersebut? Laki-laki India berkata kecantikan perempuan terletak pada mata, rambut panjang dan lurus, dan hidung. Kalau di negara Barat, beda lagi, readers, mereka cenderung untuk menampilkan bentuk tubuh mereka. Perempuan di negara Barat, perempuan berpakaian dress dengan rok yang dapat bergerak ketika ditiup angin. Bagi mereka memperlihatkan lekuk tubuh itu merupakan kecantikan. Laki-laki di negara Barat menyukai bentuk payudara dan bokong yang besar.

     Berdasarkan film yang sama, dikatakan bahwa perempuan Jepang cenderung menyukai pria yang sedikit feminin (berambut gondrong, kurus). Ada pria Jepang menyukai bentuk tubuh perempuan yang pendek dan gempal (montok) karena baginya perempuan dengan kriteria seperti itu cantik. Film juga membahas mengapa laki-laki mencari perempuan cantik, alasannya simple untuk berkembang biak. Sedangkan perempuan cenderung menyorot kepribadian dan tingkat kemapanan dibanding penampilan laki-laki. Mereka (perempuan) mencari pasangan yang dapat diandalkan oleh mereka. Misalnya ketika mengandung tentu perempuan merasakan kesulitan dalam beberapa aktivitas dan membutuhkan bantuan dari laki-laki.

     Ada yang lebih seru lagi nih. Penelitian yang dilakukan dalam film dokumenter tersebut menunjukkan bahwa wajah mengandung informasi mengenai seberapa baik individu mengurus dirinya. Laki-laki dan perempuan menyukai bentuk wajah yang simetris dan mirip dengan mereka. Wah keren ya? Oleh karena itu, ada yang bilang kalau sudah jadi suami istri itu mirip ya? Sebenarnya kemiripan tersebut sudah berlangsung sejak masa pacaran dan proses tersebut terjadi secara tidak sadar.

     Nah, dari apa yang sudah disampaikan, apa yang readers ketahui tentang kecantikan? Well.. Penulis ingin menyampaikan jadilah cantik dengan menjadi diri Anda sendiri, jujur dan berpendidikan, baik dalam bertutur kata, berpikir dan bertindak karena cantik itu berasal dari dalam diri kita yang akan terpancar secara lahiriah. J



“You’re beautiful, it’s true.”
   – James Blunt.

Woman and Harassment in the Workplace

     Individu  dibekali bakat dari lahir dan mengasah bakat tersebut seiring bertumbuh kembang untuk memenuhi tugas-tugas perkembangannya, khususnya perempuan. Perempuan bertumbuh kembang dengan berbagai peran dalam kehidupannya dan peran-peran tersebut semakin terlihat dalam perkuliahan, karier, hingga menikah. Seiring dengan perkembangan tersebut akan banyak tantangan dan gangguan yang diterima oleh individu (khususnya perempuan) di tempat kerja.

     Perempuan bekerja sebagai karyawan, SPG (Sales Promototion Girl), buruh pabrik, waitress, dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi personal maupun keluarganya. Akan tetapi, ada kalanya terdapat perlakuan yang tidak diinginkan dari perusahaan atau pabrik terhadap perempuan, sebut saja pelecehan seksual. Pelecehan seksual dilakukan oleh seseorang yang berkuasa di tempat kerja terhadap seseorang yang memiliki daya yang lebih kecil (lemah). Apa saja sih bentuk pelecehan seksual?? Pelecehan seksual dapat dilakukan secara verbal; seperti meremehkan kemampuan seseorang karena berjenis kelamin perempuan atau rayuan seksual (contoh paling umum: piwit.. cewe godain kita dong..), dan juga perilaku dalam sentuhan di private area, seperti bokong, dada, dan leher. Korban pelecehan cenderung mengalami reaksi kesepian, cemas, takut, malu, depresi, percaya diri menurun, dan masalah fisik. Kasihan, kan? L Apa kalian masih berani melakukan pelecehan terhadap orang lain?

       Eits, jangan takut atau berpikir hal negatif tentang bekerja dulu yak, soalnya kita bisa kog mengantisipasi pelecehan seksual ini. Kenapa kita? Soalnya selain korban sendiri, kaum adam dapat mengantisipasinya juga loh. Gimana caranya? Mudah saja, jauhi tindakan yang dikiranya sebagai pelecehan seksual oleh perempuan. Kemudian, Anda sebagai laki-laki harus bertindak apabila melihat perempuan dilecehkan secara seksual oleh teman laki-laki Anda. Jangan diam saja karena diamnya Anda diartikan sebagai persetujuan oleh teman-teman Anda, bro!! Kalau dari korban sendiri, kamu harus berani dan tegas (tapi tetap sopan) dalam menanggapi pelecehan tersebut, ada baiknya tidak patuh akan rayuan atau gertakan peleceh. Kemudian, korban harus akrab dengan kebijakan tempat kerja tentang pelecehan seksual, dan tahu pejabat mana bertanggung jawab atas keluhan. Kalau masalah tetap berlanjut, gimana? Nah di sini fungsinya curhat, tapi curhat kepada orang yang benar-benar Anda percaya ya. Anda bisa menceritakan peleceh kepada sahabat kamu karena dukungan itu diperlukan loh.


     Well, tidak menutup kemungkinan kalau peleceh itu perempuan dan yang menjadi korbannya adalah laki-laki. Bagaimana bisa? Kembali ke paragraf kedua, pelecehan terjadi karena power atau daya yang dimiliki seseorang dalam suatu organisasi. Jadi, perempuan memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi peleceh apabila perempuan tersebut memiliki power untuk mengintimidasi orang lain (perempuan/laki-laki).

Selasa, 16 September 2014

Cuz you And I Were Meant To Be.

     Kadang kita berpikir pacaran itu apa sih? Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pacaran supaya bisa mengenal lebih dalam pasangan kita? Apa saja hal perlu yang dibicarakan? Apa saja yang dilakukan saat pacaran? Pelukan? Ciuman? Hal-hal romantis lainnya seperti di film-film?? Well, tentunya masih ada banyak pertanyaan lainnya di benak Anda. Eh eh.. Tunggu dulu, sebelum mengumbar makin banyak pertanyaan terkait, penulis ingin mengemukakan kalau pacaran itu proses menemukan pasangan hidup. Yang namanya proses, ada yang namanya coba-coba, tapi yang namanya coba-coba harus hati-hati karena sepintar-pintarnya tupai melompat pasti akan jatuh juga. J Dalam pacaran ada baiknya bila kita tidak over mesra baik di publik maupun pribadi, yang rugi kamu loh. Kenapa? Hmm misalnya aja dari panggilan udah panggil papa mama, ketika hubungan kandas, kamu resmi jadi janda/duda. Hahaha.. XD #intermezzodikit Yah misalnya aja kamu melakukan hubungan seks dengan pasangan kamu, tapi dia meninggalkan kamu begitu saja. Walaupun hamil atau nggak hamil, tapi kamu tetap merasa malu dan rugi, kan?
     Pacaran sih oke oke aja, tapi untuk first step ada baiknya tidak melakukan yang penulis sebut dengan romantic action, seperti berpelukan dan berciuman. Setelah melakukan romantic action tersebut, kadang kita tidak menggunakan logika, tapi justru keinginan lahiriah yang mendorong tindakan kita selanjutnya. Terus apa yang harus dilakukan? Yah, simple aja, make ground rules for both of you . Tapi kan ga seru?? Well, mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? J Nah, perlu dicatat, semasa pacaran baik laki-laki maupun perempuan itu cenderung faking (good or bad), jadi perlu diteliti lagi tuh pasangan kalian, temen-temen. Misalnya cowo perokok, tapi dia bilang kalau dia bukan perokok. Nah nanti ketika sudah menikah baru kelihatan belangnya. So, hati-hati, perhatikan bibit, bebet, bobotnya.
     Gimana kalau pasangan itu selama ini hanya yes yes no no aja? Kalau diajak ngobrol, kamu yang paling bawel? Setiap komunikasi hanya bilang “ilu, kangen, met pagi, udah makan belum?” dan masih banyak lagi, itu basi, bangett. Kalau pola komunikasi hanya gitu-gitu aja, repair kalau nggak tinggalkan aja. Pola komunikasi itu tergantung pada respon lawan bicara kamu, atau memang ada faktor dari diri masing-masing yang harus diperbaiki.
     Pacaran dalam waktu yang lama juga membuat pasangan bertanya-tanya mau dibawa kemana hubungan ini?? Yah kalau udah merasa klik alias cocok satu sama lain, mau sampai kapan menikmati dunia berdua aja?  Kecuali kalau kamu nggak berani komitmen, just be honest, walaupun kamu mungkin dapat cap lima jari di pipi, it’s okay rather than trap in hell marriage. Kadang kunci (jujur) hubungan yang satu ini sering dianggap sepele oleh kebanyakan orang yang akhirnya membawa petaka di masa mendatang. Syukur kalau pasangan memang menerima kamu apa adanya, kalau tidak, relakan saja, toh manusia di bumi over produksi.. hehehe.
     Pacaran udah, sekarang mau nikah nih. Tanyakan kembali pada diri dan hati masing-masing, sudah siapkah secara mental dan fisik? Apakah kamu dan pasangan memegang komitmen untuk berkeluarga? Kalau ya, selamat dan lanjutkan berpegang teguh dengan komitmen Anda bersama karena perceraian terjadi karena komitmen yang kurang sebelum pernikahan. That’s all! Semoga membantu yah. :D

”I would like to spend the rest of my life with you and let death do us part, not the third party.” - Candee Ginger.


Selasa, 09 September 2014

Woman and Family

     Hello again, readers! Penulis ingin berbagi pengetahuan mengenai topik kuliah minggu lalu, perempuan dalam lingkup keluarga nih. Lets go! Nah, di blog pertama penulis menuliskan bahwa perempuan itu harus tangguh apalagi setelah mereka menikah dan menjadi ibu rumah tangga. There’s so many things to do once when a woman become a housewife!! Kog gitu? Anda dapat melihat contohnya dalam kehidupan sehari-hari, ibu, tante, kakak perempuan atau kakak ipar yang mengasuh anak sekaligus mengurus rumah tangga. Itulah realita kehidupan ibu rumah tangga yang diremehkan sebagian kalangan, penulis berharap blog ini menyadarkan pembaca akan kesulitan seorang ibu rumah tangga. Selain banyaknya do dan don’t dalam rumah tangga, pastinya ada konflik antara mertua dan menantu, suami  dan istri, maupun orangtua dan anak. Pada dasarnya menikah itu tidak hanya menyatukan sepasang kekasih, tetapi juga keluarga dari kedua belah pihak. Well, there’s no easy marriage, need readiness physically and mentally. Bagi sepasang kekasih, menyatukan pikiran saja sulit, bagaimana menggabungkan pikiran begitu banyak orang belum lagi dipengaruhi tradisi dan budaya masing-masing? Think twice please before you decide something cuz YOUR FUTURE will be influenced!

     Penulis menyorot faktor readiness perempuan menikah yang melakukan tindak kekerasan pada bayi. Sebenarnya, menjadi ibu adalah suatu berkat berharga yang diberikan sang pencipta kepada perempuan, bersyukurlah. Kenapa? Karena dengan menjadi ibu, seorang perempuan memperoleh kekuatan dalam menjalani perannya, memiliki interaksi dengan anak, dan dapat mengembangkan kemampuan dalam pengasuhan. Tentu di balik hal yang menyenangkan terdapat hal yang negatif, misalnya saja perasaan lelah dan secara fisik tidak nyaman (bentuk badan berubah), terisolasi, marah hingga kecewa. Akan tetapi, bila kehamilan yang terjadi merupakan kehamilan yang diinginkan, otomatis sang ibu akan lebih mengontrol emosinya. Beda dengan ibu yang melahirkan bayinya karena diperkosa atau menikah karena ‘kecelakaan’. Coba deh anda bayangkan, perempuan mana yang mau melahirkan bayi tanpa ayah (apalagi bila ayah bayi tidak diketahui) atau  menikah karena malu akan perut yang membuncit?
“itu kan salah dia sendiri karena keluyuran malam-malam.”
     Penulis memiliki pengalaman tentang perempuan yang menikah karena ‘kecelakaan’. Perempuan ini memiliki ayah yang otoriter dan cenderung melakukan kekerasan fisik dan verbal juga terhadap dirinya. Perempuan tersebut menikah dengan ayah si bayi, tetapi pernikahan tidak berlangsung lama karena kurangnya nafkah dari suami dan konflik yang ada dalam rumah tangganya (karena beda budaya). Dalam proses pengasuhan anaknya, perempuan ini juga melakukan kekerasan pada anaknya (verbal dan fisik). Kasihan bukan? Sebenarnya bila diusut, perempuan ini kurang memperoleh perhatian dan kasih sayang dari ayah. Perempuan tersebut menemukannya pada pria yang menghamilinya sehingga ia terbuai oleh kasih sayang palsu pria tersebut. Ibu si perempuan membelanya supaya ayahnya mau menerima putri mereka dan cucu mereka. Awalnya sulit, akan tetapi ibu dan saudaranya berhasil meyakinkan sang ayah.

     Berdasarkan short case di atas, penulis menekankan jangan salahkan perempuan atas musibah yang diterimanya semata! Itu merupakan pikiran kolot yang tidak manusiawi terhadap kaum perempuan. Most people do judge,not empathy. Oleh karena itu, penulis ingin menekankan bahwa pola asuh orangtua, lingkungan, dan dukungan (sosial dan ekonomi) turut mempengaruhi kehidupan seseorang, terutama perempuan. Perempuan sebagai ibu juga tidak tega melihat anaknya menderita dan disakiti.

So, love your self, girls. It’s never easy to grow up, but you must try to fit the environment, not escape from it. Also think about your parents, especially your mom who give you birth and commit her self to take care of you by the rest of her life.

Selasa, 02 September 2014

Love Or Commitment Should Be In The Marriage?


     Halo, readers! Berjumpa lagi dengan saya di post kedua saya, kali ini topik saya nggak jauh dari perempuan dan pernikahan. Ada yang berpikir lebih baik menikah setelah selesai kuliah daripada kerja dan ada yang berpikir untuk melanjutkan kuliah dan karier. Tidak ada salah dengan pilihan tersebut, tetapi apakah perempuan menyadari apa hal yang paling mendasari suatu pernikahan?? Apakah perempuan sudah siap secara batin dan lahiriah? Apakah perempuan menyadari apa yang harus dilakukan dan apa yang akan dihadapi dalam pernikahannya kelak? Well tidak ada perempuan yang mendambakan pernikahan yang dipenuhi kekerasan, permasalahan anak, pertengkaran yang berujung perceraian, suami menikah lagi, dan kasus lainnya. Saya yakin perempuan mendambakan pernikahan yang bahagia dan langgeng, tapi untuk terjadinya hal tersebut apakah perempuan yakin mampu mewujudkannya?

     Well, baik perempuan maupun laki-laki harus mampu menjadi pelaku untuk mewujudkan kelanggengan suatu pernikahan, bukan hanya penikmat. Kalau hanya satu pelaku artinya kerja rodi? Haha, nggak gitu juga keleus. Maksudnya tidak ada salahnya kan kalau perempuan dan laki-laki bekerja sama untuk mewujudkannya? Sama-sama menjadi penikmat toh? Eits, kerja sama yang saya maksud adalah membina keluarga, membesarkan anak-anak, dan saling memberi dukungan (sosial, ekonomi, maupun emosional).
We live together, work together.” – Luke Katcher, in Step Up 3.
     Yang kita tahu, setelah menikah, perempuan akan mengalami masa kehamilan kemudian melahirkan bayi, udah.  Well, it’s not the end, ladies! Seperti yang dicetuskan dosen pengampu psikologi perempuan di fakultas saya, “penderitaan justru baru dimulai.” Kenapa? Yah tentu saja, bayi yang lahir tidak mengenal waktu, bila lapar, poop, pipis, sakit perut, maka bayi hanya akan bisa menangis dan ibu harus siap 24 jam/minggu untuk itu. Nah, bayangkan saja perempuan single diminta untuk bekerja dengan waktu istirahat yang kurang, apa yang akan terjadi? Ya, emosi menjadi tidak terkontrol dengan baik, sehingga menjadi mudah marah karena kelelahan. Hal ini disebut baby blues, yaitu suatu kondisi di mana ibu merasa frustasi dengan bayinya karena ibu harus menyusui, mengganti popok, menidurkan bayi, dan sebagainya. Baby blues muncul pada ibu baru dan cenderung tidak memperoleh dukungan emosional dari orang-orang di sekitarnya (suami dan keluarga).

     Nah, kembali ke pertanyaan pada paragraph pertama, apa yang mendasari suatu pernikahan? Cinta? Atau komitmen? Pernah dengar cinta expired setelah menikah? Berdasarkan pengalaman perempuan yang telah menikah bercerita kepada saya, pernikahan karena cinta (buta) justru terasa hambar karena cinta telah expired. Jadi komponen penting apa yang harus mendasari suatu hubungan (khususnya pernikahan)? Cinta perlu, tapi komitmen paling diperlukan. Contohnya Anda dan pasangan berkomitmen untuk berkeluarga (memiliki anak dan membesarkannya), saling mengasihi dan mendukung satu sama lain. Kalau Anda dan pasangan menikah karena cinta yang ada hanya romantisme yang ‘sesaat’. Perlu diingat bahwa cinta itu ‘bumbu’ penyedap, bukan komposisi utama dalam suatu hubungan. Setelah menikah, perempuan memiliki tanggung jawab yang lebih besar loh. Marriage is not easy to do,  jadi jangan salah langkah ya, ladies. ;)


Jumat, 22 Agustus 2014

Cuz Woman Is Worth

     I think that woman is beautiful and strong creature in human form, even stronger than a man.  I said that because not only their own roles, but woman also can do man’s roles!! Beside cooking or cleaning up the house, they work (for instance, in the office as secretary, supervisor, manager, etc), to earn money to help their husband, to raise the children, or buy their own needs.  Most woman can do multi-tasking well, even though there’s a man can do the same thing. Amazing right?? A woman will be a house wife. Once they become a house wife, a woman will do/play many roles in her family (take a look at quotes below).


     Hello, ladies, kini adalah era wanita, di mana para wanita dapat menggunakan hak-haknya dalam kehidupan sehari-hari. Saya memperoleh insight dari mata kuliah psikologi perempuan yang saya pelajari hari Rabu lalu di mana wanita harus memperoleh hak (misalnya hak untuk dilindungi, hak untuk bebas, hak kesetaraan gender). Jadi, gunakanlah hak-hak dengan bijaksana dan bertanggung jawab atas kewajiban kita sebagai wanita, ladies. Menurut saya, peranan wanita dalam kehidupan sangatlah penting. Sebelum membaca lebih lanjut, dapatkah Anda bayangkan bila di dunia hanya ada laki-laki saja? Well, pertanyaannya bila hanya ada laki-laki, dari mana bayi lahir? See? Wanita memiliki pengalaman yang berbeda dari laki-laki, misalnya saja PMS (Premenstrual Syndrome), menstruasi, mengandung, melahirkan, menyusui dan merawat bayi, mengurus rumah tangga, dan sebagainya. Selain pengalaman-pengalaman tersebut, wanita dituntut untuk dapat bekerja di luar rumah (bila kondisi ekonomi keluarga tidak mencukupi). Bagaimana saya tidak dapat mengatakan wanita itu sebenarnya  tangguh?

     Berikut ini saya menghadirkan contoh nyata ketangguhan seorang wanita. Wanita yang dimaksud adalah mama saya, beliau merupakan wanita yang tangguh dengan hati yang lembut. Beliau berdagang keliling sejak saya belum lahir hingga sekarang (walau tidak seaktif dulu), kondisi ekonomi dan tekanan dari keluarga papa membuat beliau harus berjuang demi anak-anaknya. Pada saat itu, saya tidak mengerti apa yang membuat beliau begitu giat untuk bekerja. Bahkan dulu saya sempat menggerutu ketika membantu beliau berjualan, hingga suatu hari saya sadar bahwa beliau butuh bantuan saya. Saya menolak untuk makan dan minum ketika sedang bekerja dengannya walaupun cuaca di luar panas terik. Saya tahu mama tidak tega melihat saya lapar dan haus, tetapi saya cuek dengan hal tersebut. Haha malah saya  menjadi anak pelit yang tidak mengizinkan mama untuk jajan sembarangan di luar. MY MOM IS MY SUPER HERO. Hidup yang saya miliki sekarang tidak akan bermakna tanpa beliau, terima kasih, ma. :’)
     Setelah membaca cuplikan cerita tentang mama saya, apa yang ada di benak Anda? Hmm, kisah nyata mama saya merupakan sebagian kecil dari pengalaman wanita di dunia yang tidak terekspos oleh media. J Wanita pada zaman modern ini telah memperoleh hak-hak tersebut karena perjuangan para feminist (pejuang atau pendukung hak kesetaraan wanita) bersusah payah untuk memperjuangkan hak-hak tersebut untuk diperoleh kaum hawa. Feminist lokal, seperti R. A. Kartini, melalui bukunya ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ memperjuangkan hak wanita dalam kesetaraan gender (khususnya pendidikan). Renungkanlah dan mensyukuri atas apa yang telah diperjuangkan para feminist kepada kita, ladies. Tanpa perjuangan mereka saya yakin kita masih terjebak dalam gender role tradisional yang notabene mengemukakan bahwa wanita tidak boleh berpendidikan tinggi dan kelak setelah menikah harus tinggal di rumah untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak.
So, have you gratitude and use your rights wisely, ladies? ;)